Memasuki akhir Orde Lama hingga era Orde Baru, terjadi pergeseran signifikan dalam kepemilikan Harley-Davidson di Indonesia. Motor-motor legendaris ini tidak lagi didominasi oleh instansi militer atau pemerintahan, melainkan mulai meluas ke masyarakat sipil, terutama di kalangan elite dan para hobiis. Ini menandai babak baru dalam sejarah otomotif Indonesia.
Pergeseran ini mencerminkan perubahan sosial dan ekonomi di tanah air. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, daya beli masyarakat sipil meningkat, memungkinkan kalangan tertentu untuk memiliki barang-barang mewah seperti Harley-Davidson. Motor ini pun berubah fungsi, dari alat operasional menjadi simbol status dan gaya hidup.
Fenomena ini juga didorong oleh mulai terbentuknya komunitas-komunitas motor yang lebih terorganisir di kalangan masyarakat sipil. Para hobiis dengan kecintaan yang sama terhadap Harley-Davidson mulai berkumpul, berbagi pengalaman, dan melakukan perjalanan bersama. Ini menciptakan ekosistem baru bagi para penggemar motor besar.
Meskipun kepemilikan mulai meluas, Harley-Davidson tetap menjadi kendaraan yang eksklusif dan mahal. Hanya sebagian kecil masyarakat sipil, umumnya dari kalangan atas atau mereka yang memiliki minat mendalam terhadap otomotif, yang mampu memilikinya. Hal ini semakin memperkuat citra prestise motor tersebut.
Di era Orde Baru, keberadaan Harley-Davidson di tangan seringkali terlihat dalam berbagai acara komunitas atau konvoi. Motor-motor ini tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian dari identitas sosial dan ekspresi gaya hidup. Suara khasnya selalu menarik perhatian di jalanan.
Penyebaran informasi mengenai Harley-Davidson, baik melalui majalah otomotif maupun dari mulut ke mulut, turut memicu minat masyarakat sipil terhadap motor ini. Merek ini semakin dikenal luas sebagai ikon kebebasan dan petualangan, meski aksesnya masih terbatas.
Kini, Harley-Davidson telah menjadi bagian integral dari budaya otomotif di Indonesia. Pergeseran kepemilikan ke masyarakat sipil pada akhir Orde Lama hingga Orde Baru adalah tonggak sejarah penting yang membentuk fondasi bagi pertumbuhan komunitas penggemar yang besar seperti sekarang.
Singkatnya, pergeseran kepemilikan Harley-Davidson dari kalangan terbatas ke masyarakat sipil pada akhir Orde Lama dan Orde Baru adalah evolusi penting. Ini menandai dimulainya era di mana motor legendaris ini tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan operasional, tetapi juga simbol gaya hidup dan kebanggaan bagi para hobiis.
